Pelatihan Ecobricks Marimas 14 Februari 2026

Ubah Limbah Jadi Karya: Serunya Pelatihan Marimas Ecobricks di Aula Marifood!

Hari Valentine tahun ini dirayakan sedikit berbeda di Aula Marifood. Tidak ada cokelat atau buket bunga yang ada justru gunting, botol bekas, dan puluhan tangan yang sibuk memotong plastik dengan penuh semangat. Itulah menggambarkan suasana Pelatihan Marimas Ecobricks, sebuah kegiatan yang digelar PT Marimas Putra Kencana sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah plastik yang sampai hari ini masih jadi masalah bersama.

Apa Itu Ecobrick?

Bagi yang baru pertama mendengar istilah ini, Ecobrick adalah botol plastik yang diisi rapat dengan sampah plastik bersih dan kering hingga mengeras seperti batu bata. Konsepnya sederhana: daripada plastik berakhir jadi limbah atau hanyut ke laut dan plastik itu dikunci rapat di dalam botol dan disulap menjadi material yang bisa dipakai bisa jadi kursi, meja, hingga dinding bangunan.

Keseruan Saat Pelatihan Marimas Ecobricks

Pelatihan Ecobricks Marimas 14 Februari 2026

Aula Marifood tampak ramai dan ceria. Para peserta yang didominasi ibu-ibu yang kreatif mengerjakan setiap tahap dengan telaten. Mereka memotong bungkus sachet Marimas dan berbagai plastik bekas lainnya, lalu satu per satu memadatkannya ke dalam botol menggunakan tongkat kayu.

Ada empat tahap yang dilalui setiap peserta:

  • Pemilahan. Plastik dipastikan dalam kondisi bersih dan kering sebelum diproses.
  • Pemotongan. Plastik digunting kecil-kecil agar lebih mudah dipadatkan dan tidak menyisakan ruang kosong.
  • Pemadatan. Tongkat kayu digunakan untuk menekan plastik ke dalam botol secara bertahap hingga botol terasa keras saat digenggam.
  • Penimbangan. Setiap botol ditimbang untuk memastikan kepadatan sudah memenuhi standar yang ditetapkan.

Ecobrick bukan sekadar memadatkan sampah plastik ke botol. Ini adalah seni ketelatenan. Kalau dikerjakan dengan benar, botol ini bisa bertahan ratusan tahun sebagai material konstruksi.”
— Instruktur Pelatihan

Lebih dari Sekadar Mengurangi Sampah

Di sela praktik, peserta juga mendapat pemaparan tentang dampak plastik terhadap ekosistem apabila tidak dikelola dengan baik. Marimas menegaskan komitmennya bahwa setiap kemasan yang diproduksi harus punya solusi akhir yang tidak merugikan lingkungan.

Harapannya, para peserta yang pulang hari ini tidak hanya membawa satu ecobrick di tangan tapi juga membawa kebiasaan baru yang bisa mereka terapkan di rumah dan tularkan kepada orang-orang di sekitar mereka.

Sampai Jumpa di Pelatihan Berikutnya!

Pelatihan ini baru satu dari sekian langkah yang direncanakan Marimas dalam program pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.

Pantau terus website dan media sosial Marimas untuk informasi jadwal pelatihan selanjutnya. Karena perubahan dimulai dari tindakan kecil yang kita lakukan hari ini.