indonesia darurat limbah plastik

Indonesia Darurat Limbah Plastik

Itulah satu kalimat yang banyak didengungkan oleh para aktifis pecinta lingkungan. Miris memang. Tapi inilah kenyataan. Bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik terbanyak kedua setelah Cina. Sampah tersebut terbuang di laut yang dapat mengancam kehidupan biota laut secara langsung dan mengancam kita sendiri sebagai manusia secara tidak langsung.

Sudah banyak berita menyebutkan bahwa berbagai biota laut mati akibat sampah plastik yang mencemari ekosistemnya. Bahkan berita terbaru yang paling mengejutkan adalah ditemukannya paus mati dengan jumlah sampah plastik yang ditemukan di perutnya mencapai ukuran ton.

Tak hanya jika terbuang di lautan sampah plastik tersebut akan membahayakan. Saat dibuang sembarangan di tanah, sampah plastik tersebut dapat menghalangi peresapan sinar matahari dan air ke tanah. Sedangkan jika sampah plastik tersebut dibakar dan abunya memenuhi udara, akan menghasilkan dioksin yang berbahaya jika dihirup manusia.

Awalnya, plastik memang diciptakan untuk mempermudah hidup manusia. Dimana ketika kayu, besi dan rotan mulai mengalami kelangkaan. Plastik hadir memberikan solusi agar kebutuhan akan kayu, besi dan rotan bisa tetap dipenuhi dengan bahan substitusi dari plastik. Sejak saat itu, plastik terus diproduksi. Hingga digunakan untuk kebutuhan pembungkus makanan dan minuman dalam kehidupan modern.

Di sinilah masalah mulai muncul. Terlebih lagi ketika kedai-kedai junk food mulai menjamur. Sampah plastik bekas pembungkus makanan jumlahnya semakin meningkat berkali lipat. Terutama di daerah perkotaan. Ditambah lagi dengan tempat pembuangan sampah yang terbatas, membuat daerah perkotaan menjadi lebih darurat sampah plastik.

Pada titik inilah akhirnya banyak dikampanyekan mengenai Indonesia darurat sampah plastik serta diet ketat mengenai kebutuhan akan plastik. Berbagai cara telah dilakukan. Salah satunya adalah dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang bisa digunakan. Namun sayangnya, daur ulang yang banyak dilakukan hanya bersifat sementara.

Karena ketika barang hasil daur ulang tersebut telah rusak maka akan berujung pada pembuangan menjadi sampah plastik kembali. Hal inilah yang akhirnya menjadikan daur ulang bukan sebuah solusi. Terlebih lagi ketika mendapati kenyataan bahwa dibutuhkan waktu ratusan tahun agar plastik-plastik tersebut dapat terurai.

Nah, pada titik inilah diperlukan sebuah daur ulang permanen yang bisa memangkas siklus sampah plastik tersebut. Daur ulang permanen yang tidak bisa lagi menimbulkan sampah atas plastik tersebut. Maka, oleh para aktifis pemerhati lingkungan diperkenalkanlah satu sistem daur ulang permanen plastik yang diberi nama Ecobricks.

Ecobricks adalah membuat balok bangunan dari timbunan sampah plastik yang dapat digunakan berulang kali. Bisa ya? Bisa banget! Caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu mengumpulkan berbagai macam sampah yang tidak bisa terurai. Seperti plastik bekas bungkus makanan, sterofoam, bahkan puntung rokok. Kumpulkan lalu keringkan dari sisa makanan yang masih menempel. Kamu bisa dapatkan sampah ini dengan cara mengumpulkan dari sampah dilingkunganmu.

Setelah terkumpul, masukkan dalam botol plastik bekas minuman yang sudah dalam keadaan kering juga. Kenapa harus dalam keadaan kering? Ini dimaksudkan agar ketika sudah jadi Ecobricks, tidak menimbulkan bau yang menyengat akibat sisa makanan yang masih menempel pada plastik.

Usahakan untuk memadatkan sampah yang ada dalam botol. Ini dimaksudkan agar lebih banyak menyerap sampah yang tidak bisa diurai. Selain itu, jika nanti akan digunakan untuk balok bangunan, botol akan kuat berdiri tanpa meleyot. Padatkan dengan menggunakan stik kayu. Jangan sampai ada rongga yang terlihat.

Setelah jadi, kumpulkan lalu bentuklah menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Misalnya menjadi dinding bangunan rumah, kursi taman, pagar rumah, dan berbagai fungsi lain. Gunakan lem untuk menyatukan botol brick tersebut agar kuat dan terlihat rapi.

Dengan Ecobricks ini kamu bisa bersama-sama mengenyahkan sampah plastik dari biosfer yang bisa membahayakan kehidupan. Ecobricks juga bisa mengasah daya kreatifitas dan imaginasimu untuk membuat sebuah karya luar biasa dari bahan sampah. Kamu bisa berkreasi tanpa batas dengan berbekal Ecobricks ini.

Dan menjadikan dunia bebas sampah plastik dimulai dari hal kecil, dari dirimu sendiri dan dari sekarang.

Tags
Share